Senin, 21 Juni 2010

Hadist-hadist Tentang Mati Shahid

Dari AbuHurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. Bersabda, "Syuhada' (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima macam : Orang yang mati karena wabah, karena sakit perut, mati tenggelam, mati tertimpa reruntuhan bangunan, dan mati dalam perang di jalan Allah." (HR.Bukhari dan Muslim)

Dari AbuHurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw, bertanya, "Siapakah yang kalian anggap mati syahid dikalangan kalian?" Para sahabat menyahut, "Wahai Rasulullah, orang-orang yang mati terbunuh dalam peperangan sabilillah itulah orang yang mati syahid." Beliau bersabda: "Kalau begitu hanya sedikit orang-orang yang mati syahid dari umatku." Para sahabat bertanya: "Lalu siapa wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Orang yang terbunuh dalam perang sabilillah adalah syahid, orang yang mati karena wabah penyakit adalah syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah syahid dan orang yang mati karena tenggelam pun adalah syahid." " (HR.Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, ia berkata, “Rasulullah saw. Bersabda, "Barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abul A'war Sa'id bin Zaid bin Amr bin Naufil, salah seorang di antara sepuluh orang yang dipastikan masuk surga ra ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan hartanya, maka ia mati shahid, dan barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan darahnya (dirinya) maka ia mati syahid, barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan agamanya maka ia mati syahid, barangsiapa terbunuh dalam mempertahankan keluarganya, maka ia mati syahid." (HR. AbuDawud dan Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, ‘Suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw., lalu berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimanakah jika ada seseorang datang untuk merampas hartaku?" Beliau bersabda, "Jangan kamu berikan." Lelaki itu bertanya, "Bagaimanakah jika ia menyerangku?" Beliau bersabda, "Ganti serang dia." Lelaki itu bertanya lagi. "Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?” Beliau bersabda, "Kamu mati syahid." Lelaki itu bertanya lagi." Bagaimana jika saya berhasil membunuhnya?" Beliau bersabda: "Dia berada di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersumber dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya sesungguhnya aku senang untuk berperang di jalan Allah, lalu terbunuh kemudian hidup kembali dan ikut berperang lagi dan terbunuh kemudian hidup lagi dan ikut berperang lagi dan terbunuh." (Muwaththa' Karya Imam Malik ra).


Bersumber dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah bersabda: "Allah tersenyum kepada dua orang lelaki yang salah satunya memerangi yang lain. Kedua-duanya masuk sorga. Yang satu berperag di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian Allah menerima taubat yang membunuh, lalu dia berperang dan minta gugur secara syahid." (Muwaththa' Karya Imam Malik ra).

“Bersumber dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulallah s.a.w. bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seseorang yang terluka di jalan Allah, dan Allah lebih tahu terhadap orang yang terluka dijalanNya, maka pada hari kiamat kelak dia datang membawa lukanya yang mengucurkan darah; warnanya adalah warna darah, dan aromanya adalah aroma minyak kasturi.” (Muwaththa' Karya Imam Malik ra).

Bersumber dari Zaid bin Aslam, sesugguhnya Umar bin Al Khattab pernah berdo'a: "Ya Allah, jangan jadikan kematianku ditangan seorang lelaki bersembahyang kepadMu dengan hanya satu kali sujud saja, yang dengan hal itu dia akan memojokkan aku di sisi-Mu pada hari kiamat nanti." (Muwaththa' Karya Imam Malik ra).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar